Friday, December 09, 2011

Mukjizat dalam Al Qur'an

| |
0 comments


“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan padanya;
 petunjuk bagi mereka yang bertakwa”
(QS 2:2).
A. Pendahuluan
Al-Qur’an adalah kitab petunjuk dan hidayah bagi manusia dan seluruh makhluq yang bertaqwa di atas bumi ini.[1]  Seluruh alam yang luas beserta isinya dari bumi, laut dan segala isinya akan menjadi kecil dihadapan manusia yang lemah, karena ia telah diberi keistimewaan-keistimewaan seperti kemampuan berpikir untuk mengelola seluruh yang ada dihadapannya. Akan tetapi Allah tidak akan membiarkan manusia tanpa adanya wahyu pada setiap masa, agar mendapat petunjuk dan menjalankan kehidupannya dengan benar. Maka Allah mengutus Rasul-Nya dengan mu’jizat yang sesuai dengan kecanggihan kaum pada masanya, agar manusia mempercayai bahwa ajaran yang ia bawa datang dari Allah SWT.
Oleh karena akal manusia pada masa pertama perkembangannya lebih dapat menerima mu’jizat yang bersifat materi seperti mukjizat tongkat Nabi Musa yang bisa berubah menjadi ular besar, mukjizat Nabi Isa dapat menghidupkan orang yang mati dengan izin Allah, dapat menyembuhkan orang buta maka setiap Rasul pun diutus dengan mukjizat yang sesuai dengan kemampuan kaumnya agar mudah diterima. Ketika akal manusia mencapai “kesempurnaannya”, Allah memberikan risalah Muhammad yang kekal kepada seluruh umat manusia yang tidak terbatas pada kaum di masanya saja. Maka mukjizatnya adalah mukjizat yang kekal sesuai dengan kematangan perkembangan akal manusia.[2]
Utusan ini akan dihadapkan dengan ketidakpercayaan sebagaimana yang telah dihadapi oleh semua para rasul. Allah telah mengetahui semua itu, justeru itu, Dia telah memperkuatkan para rasul dengan bantuan daripada-Nya untuk para rasul tersebut, bantuan ini terealisasi di dalam bentuk mukjizat, mengikut apa yang diistilahkan oleh orang ramai dengan mereka menamakannya dengan المعجزة [al-mu’jizah] dan Al-Quran pula telah menamakannya sebagai بَيِّنَةٍ[bayyinah], بُرْهَانٍ [burhan], سُلْطَانٍ [sultan] dan آيَةٍ [ayat].[3] Semua mukjizat atau keterangan-keterangan tersebut ditegaskan dalam Al Qur’an.[4]
Allah menjadikan keterangan ini sesuai untuk setiap kaum supaya ia menjadi lebih kuat untuk menegakkan bukti kebenaran utusan tersebut, Nabi Musa -عليه السلام-, dimana pada masa itu masyhur dengan ilmu sihir, maka Allah menjadikan mukjizat untuk Nabi Musa -عليه السلام- sesuai dengan ilmu ini.[5]
Mukjizat berasal dari kata Al I’jaz yang artinya melemahkan atau mengalahkan. Menurut Imam As Suyuti[6], mukjizat dalam pemahaman syara’ adalah kejadian yang melampaui batas kebiasaan, didahului oleh tantangan, tanpa ada tandingan.
Menurut Ibnu Khaldun[7], mukjizat adalah perbuatan-perbuatan yang tidak mampu ditiru oleh manusia, maka ia dinamakan mukjizat, tidak masuk ke dalam kategori yang mampu dilakukan oleh hamba dan berada diluar standart kemampuan mereka.
Muhammad Kamil Abdush Shamad[8], menerangkan bahwa mukjizat ada yang bersifat material yang dicerna panca indera namun melawan hukum alam yang ada dan mukjizat yang bersifat rasional, semua direspon oleh daya nalar sesuai dengan kemampuan dan pemahamannya.
Dari beberapa pengertian tersebut dapat diambil sebuah pengertian mendasar bahwa mukjizat merupakan kejadian yang luar biasa, melebihi standart kemampuan manusia yang berlaku secara umum.

B. Kemukjizatan Ilmiah
Istilah Al I’jaz Al ‘Ilmiy (kemukjizatan ilmiah) Al Qur’an mengandung makna bahwa sumber ajaran agama tersebut telah mengabarkan kepada kita tentang fakta-fakta ilmiah yang kelak ditemukan dan dibuktikan oleh eksperimen sains umat manusia, dan terbukti tidak dapat dicapai atau diketahui dengan sarana kehidupan yang ada pada jaman Rasulullah saw. [9]
Hubungan antara tanda-tanda kebenaran di dalam Al Qur’an dan alam raya dipadukan melalui mukjizat Al Qur’an (yang lebih dahulu daripada temuan ilmiah) dengan mukjizat alam raya yang menggambarkan kekuasaan Tuhan. Masing-masing mengakui dan membenarkan mukjizat yang lain agar keduanya menjadi pelajaran bagi setiap orang yang mempunyai akal dan hati bersih atau orang yang mau mendengar. Beberapa dalil kuat telah membuktikan bahwa Al Qur’an tidak mungkin datang, kecuali dari Allah. Buktinya tidak adanya pertentangan diantara ayat-ayatnya, bahkan sistem yang rapi dan cermat yang terdapat di alam raya ini juga tidak mungkin terjadi, kecuali dengan kehendak Allah yang menciptakan segala sesuatu dengan cermat.[10]
Syeikh Abdul Majid Az-Zindani, mengulas tentang mukjizat ilmiah dalam Al Qur’an,
“...Yaitu ilmu uji kaji modern datang dan mendalami kajian-kajian yang luas di dalam pelbagai bidang, dengan bantuan alat-alat yang canggih, dan setelah beberapa pengembaraan yang menjabarkan berserta seangkatan pengkaji, terbentuklah satu bahagian di samping satu bahagian (yang lain) dan apabila fakta tersebut telah siap sempurna, tiba-tiba didapati ianya telah pun dinyatakan di dalam kitab Allah (Al-Quran) sebelum 1400 tahun [yang lalu]. Lalu orang ramai pun mendapat tahu bahawa Al-Quran ini diturunkan dengan ilmu Allah, dan bukannya [datang] dari sisi seorang utusan yang [berada] di zaman .. sebelum 1400 tahun di hari yang tidak ada sebarang perkakas kajian saintifik atau peralatan kajian ..”[11]
Ketika fakta tersebut telah muncul maka akan muncul pula sebuah pertanyaan[12],
a.      Dapatkah hal ini mejadi sebuah kejadian yang kebetulan bahwa akhir-akhir ini penemuan informasi secara ilmiah dari lapangan yang berbeda yang tersebutkan di dalam al-Quran yang telah turun pada 14 abad yang lalu?
b.      Dapatkah al-Quran ini ditulis atau dikarang Nabi Muhammad SAW atau manusia yang lain?
Dalam buku At Tafkir Faridhah Islamiyah (berpikir sebuah kewajiban Islam), Abbas Mahmud Aqqad menyebutkan dua macam mukjizat yang harus dibedakan, yang pertama mukjizat yang mengarah ke akal, dapat ditemukan oleh siapapun yang ingin mencarinya, mukjizat ini adalah keteraturan gejala-gejala alam dan kehidupan yang tidak berubah berupa sunnatullah.[13]
Yang kedua adalah mukjizat yang berupa segala sesuatu diluar kebiasaan. Mukjizat ini membuat akal manusia tercengang dan memaksanya untuk tunduk dan menyerah.[14]
Hal yang dapat kita jadikan i’tibar dalam mukjizat ilmiah pada Al Qur’an adalah motivasi/dorongan yang kuat bagi manusia untuk selalu memperhatikan ayat-ayatNya (tadabbur).[15] Tentusaja memperhatikannya seiring dengan kemauan untuk memikirkannya dan mengingat penciptanya.[16]
Dari sini pula dengan mengkaji mukjizat ilmiah dalam Al Qur’an mampu menumbuhkan keimanan dan rasa syukur pada Allah sebagaimana pernah disampaikan oleh Prof. Abdul Karim Al Khathib, “Mukjizat Al Qur’an terletak pada kepioniran dalam menyatakan hal-hal yang baru saja ditemukan oleh penilitian ilmiah”.
Kemudian Prof. Al Khathib menerangkan, “Maksud utama kami dalam menganalisis mukjizat Qur’ani adalah menciptakan hubungan yang erat dengan kitab Allah dalam hati seorang muslim. Kami ingin menanamkan iman terhadap Kitab Allah berdasarkan pengetahuan, pemahaman dan perasaan yang murni terhadap ayat-ayat dan kalimat-kalimatNya.
Meskipun demikian, kami menemukan isyarat-isyarat Al Qur’an yang bersifat ilmiah. Hal ini mendapatkan perhatian yang sangat besar dari kalangan para peneliti Eropa. Karena, isyarat yang dikandung Al Qur’an sejak lima belas abad yang lalu ditemukan dan dibenarkan oleh ilmu pengetahuan modern sekarang.[17]
Meskipun telah banyak bukti-bukti ilmiah tentang kebenaran Al Qur’an, para pemuja materialisme, para sekuler dan para ateis, tentu saja masih terus membantah kebenaran-kebenaran Al Qur’an karena ketakutan akan implikasi mengakui keberadaan Sang Pencipta. Selain itu, mereka selalu melakukan pembenarannya atas bukti-bukti logika (baca: matematis, empiris, biologis, sosiologis) sebagai dasar pijakan postulatnya.[18]
Menurut Muhammad Kamil Abdush Shamad[19], tujuan dari kajian mukjizat ilmiah Al Qur’an adalah untuk meluaskan cakupan hakikat dari ayat-ayat Al Qur’an, kemudian memperdalam makna-makna yang terkandung di dalamnya sehingga mengakar dalam jiwa dan pemikiran manusia dengan cara mengambil hikmah dari eksplorasi keilmuan kotemporer yang tercakup dalam makna-maknanya. Sedangkan menurut Ibrahim Muhammad Sirsin[20], bertujuan memperdalam makna-makna melalui proses analisis terhadap variabel-variabel yang detail. Juga melalui perbandingan mendalam terhadap kritikan para pakar yang profesional di bidangnya serta para peneliti alam dan kehidupan dalam berbagai disiplin ilmu pengetahuan.
Kita juga tidak boleh memasukkan dan memaksakan asumsi dan hipotesis ilmiah yang masih berupa bahan perdebatan dan masih diuji diantara para pakar. Karenanya, tidak pantas orang yang mengadopsi asumsi-asumsi ini berusaha memaksakan Al-Qur’an untuk menguatkan teorinya. Sebab, bisa jadi asumsi dan teori mentah itu nanti terbukti tidak benar, lalu akhirnya mengkambinghitamkan Al-Qur’an[21]. Namun hal ini dapat dijelaskan dalam kerangka bahwa[22]:
1.      Tidak ada kontradiksi antara hakikat ilmu pengetahuan dengan hakikat Al Qur’an karena berasal dari satu sumber.
2.      Tafsir ilmu tidak akan mempengaruhi originalitas karena nash tidak mengalami perubahan sesuai teks aslinya. Tafsiran yang diberikan yang akan disalahkan[23]
Sebagaimana ditulis oleh Muhammad Mutawalli Asy Sya’rawi dalam kitab Mu’jizah Al Qur’an[24], dikarenakan Al Qur’an adalah mukjizat maka nashnya harus tetap dan tidak berubah-ubah, kalau tidak maka hilanglah mukjizatnya.
Oleh karena itu, kalau nash tidak secara tegas menunjukkan pada salah satu teori ilmu sains, maka tidak selayaknya bagi kita untuk memaksakannya, baik untuk menetapkan maupun untuk menafikkan. Karena itu kita harus mencari ilmu dari jalannya masing-masing, ilmu astronomi didapatkan dari penelitian, ilmu kedokteran didapat dari hipotesis dan uji coba. Dengan demikian, niscaya Al Qur’an akan selalu terjaga, tidak dipergunakan untuk memperdebatkan teori ini, yang mana semua teori ini bisa diterima juga bisa ditolak serta bisa pula diganti, sebagaimana juga tidak layak bagi seseorang yang tidak mengetahui hakikat ilmu tertentu untuk menolak mentah-mentah selagi tidak secara tegas bertentangan dengan nash yang shohih.[25]
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa kesalahan pada manusia dalam menulis kitab bisa saja terjadi, seperti apa yang telah dikatakan oleh Al Qodhi Al Fadhil Abdur Rahim bin Ali Al Baisani, “ Saya melihat bahwasanya tidak ada seorangpun yang menulis sebuah kitab kecuali besoknya dia akan berkata : ‘Seandainya tempat ini diubah niscaya akan lebih baik, seandainya ditambah dengan begini maka akan lebih bagus, seandainya ini dikedepankan niscaya akan lebih utama, dan seandainya yang ini dibuang niscaya akan lebih indah.’ Ini semua adalah dasar yang paling kuat bahwa manusia adalah makhluk yang serba kurang.”[26]
Dari sisi lain bahwa pemahaman baru terhadap ayat itu tidak boleh membatalkan pemahaman lama. Dengan ungkapan lain, kita tidak layak menuduh umat sejak jaman sahabat, bahkan sejak jaman Nabi saw, salah dalam memahami satu ayat, kemudian mengklaim bahwa yang benar adalah pemahaman yang dimiliki si penafsir baru itu. Selayaknya dikatakan, makna baru ini merupakan tambahan yang digabungkan dengan pemahaman lama, dan bukan membatalkannya. Sebab diantara keistimewaan Al-Qur’an, keajaiban-keajaibannya tidak pernah habis tergali.[27]
Kemukjizatan ilmu pada Al Qur’an memang tidak memposisikan Al Qur’an sebagai kitab sains. Namun dapat memberikan isyarat atau petunjuk untuk melakukan kajian lebih jauh terhadap pengembangan sains.[28]
Isyarat ilmiah dalam Al Qur’an mengandung prinsip-prinsip/kaidah-kaidah dasar ilmu pengetahuan di setiap jaman dan kebudayaan[29]. Hal ini membawa maksud bahwa :
-           Ayat yang memberikan isyarat tidak harus terperinci, sehingga para ilmuwan bisa mengkajinya atau memperinci dengan melakukan penelitian.
-           Mukjizat ilmiah Al Qur’an tidak hanya untuk waktu tertentu saja yaitu ketika terjadi penentangan, namun berlaku juga ke masa yang akan datang.[30]
            Pada satu masa beberapa mukjizat dirasa kurang masuk akal atau bertentangan dengan nalar dan logika. Tetapi kapasitas nalar dan intelektual yang dimiliki tidaklah sama, tergantung pada daya pikir seseorang[31].
C. Penutup
Dapat disimpulkan bahwa mukjizat ilmiah pada Al Quran dapat memperkuat keimanan terhadap Al Qur’an sebagai wahyu Allah. Kalaupun terdapat pertentangan sesungguhnya lebih terletak pada jangkauan penafsiran atau teknologi yang mendukung eksplorasi sains. Dari pendekatan arah yang lain mukjizat ilmiah yang ada pada Al Qur’an dapat memberikan motivasi dan memberikan isyarat bagi pengembangan sains. Walaupun tentusaja harus dilakukan dengan cermat dan menyeluruh serta didasari dengan kaidah penafsiran yang benar.



[1] QS Al Baqarah : 2
[2] disampaikan oleh al-Qattan, diambil dari http://layananquran.com/plq/index.php
[3] Disampaikan oleh Syeikh A M Az-Zindani pada sebuah kajian yang bertajuk Keajaiban Saintifik Di Dalam Al-Quran,2002. Az-Zindani Merupakan rektor Universiti Al-Iman-Yaman  & Pengasas Jabatan Tanda-tanda Saintifik di dalam Al-Quran dan As-Sunnah yang berada di bawah Liga Islam Sedunia di Mekah diambil dari http://www.geocities.com/permaya02/pendahuluanz.htm
[4] QS. Al Hadid : 25
[5] QS. Thaha : 58
[6] dalam kitab Al Itqam fi Ulum Al Qur’an, diambil dari buku Dimensi Sains Al Qur’an
[7] dalam Muqaddimah, terjemahan
[8] dalam Al I’jaz Al ‘Ilmiy fil Qur’anul Karim (Mukjizat Ilmiah dalam Al Qur’an)
[9] Prof.Dr.Ahmad Fuad Pasya dalam buku Dimensi Sains Al Qur’an, terjemahan dari buku Rahiq Al-Ilmi wa Al-Iman,hal.23
[10] Ibid
[11] Disampaikan oleh Syeikh A M Az-Zindani pada sebuah kajian yang bertajuk Keajaiban Saintifik Di Dalam Al-Quran, 2002.
[12] AL-REHAILI, Abdullah M.,Bukti Kebenaran Quran , hal 4
[13] QS. Fathir : 43
[14] Prof.Dr.Ahmad Fuad Pasya dalam buku Dimensi Sains Al Qur’an, hal. 24
[15] QS. Shaad : 29
[16] QS. Ali Imran : 191
[17] ibid
[18] Tono Saksono, Ph.D dalam buku Mengungkap Rahasia Simfoni Dzikir Jagat Raya, hal. 15
[19] Al I’jaz Ilmi fi Islam Al Quranul Karim, terjemahan
[20] dalam majalah Al ‘Arabiyyah, edisi Januari 1982
[21] Yusuf Qardhawi dalam buku Al-Qur’an Berbicara tentang Akal dan Ilmu Pengetahuan
[22] Muh. Kamil Abdushshamad dalam buku Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur’an, hal. 7
[23] Hal ini juga disampaikan oleh prof. Muh. Adduwais dalam kuliah interdisiplinir tentang metodologi penelitian studi Islam kontemporer di kampus UMS,2007
[24] Muh. Kamil Abdushshamad dalam buku Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur’an, hal. 8
[25] Syaikh Muhammad Amin Asy-Syinqithi dalam Adhwa’ul Bayan fi Tafsiril Qur’ani bil Qur’an
[26]   Dalam kitab Al-I’lam bi A’lamil Baladil Harom (dari buku Matahari Mengelilingi Bumi)
[27]   Yusuf Qardhawi dalam buku Al-Qur’an Berbicara tentang Akal
[28]  QS. Al Baqarah : 143
[29]   Muhammad Mutawalli Asy Sya’rawi dalam kitab Mu’jizah Al Qur’an (dari buku Mukjizat Ilmiah dalam Al-Qur’an)
[30]  QS. Surat Fushshilat : 53
[31] Gulen, M. Fethullah,2002,Essential of The Islamic Faith, hal. 226
      Gulen merupakan pemikir dari Turkey yang dalam bukunya menawarkan gagasan adanya penggabungan pencerahan intelektual dengan spirituil khususnya bagi genenrasi muda

-------------------------------------------

PUSTAKA
Al-Qur’an
Abdushshamad, Muhammad Kamil. 2004. Al-I’jazul Ilmi fil-Qur’anil-karim,terj: Mukjizat Ilmiah Dalam Al-Qur’an, Jakarta: Akbar
Al-Rehaili, Abdullah M.,Bukti Kebenaran Quran , Yogyakarta: Tajidu Press, 2003
Bucaille, Maurice Dr, 1976, La Bible Le Coran Et La Science, terj: Bibel, Alqur’an dan Science Modern,Penerbit bulan Bintang,Jakarta
Gulen, M. Fethullah,2002,Essential of The Islamic Faith,The Fountain,Turkey
http://layananquran.com/plq/index.php,2008
http://www.media-islam.or.id,2008
Khaldun, Ibn. 2005. Muqaddimah, Jakarta: Pustaka Firdaus
Pasya, Ahmad Fuad. Prof, 2004. Rahiq Al’Ilmi wa Al-Iman,terj:Dimensi Sains Al-Qur’an, Tiga Serangkai, Solo
Qardhawi, Yusuf DR. 1996. Al-Aqlu wal-Ilmu fil-Quranil-Karim,terj.:Al-Qur’an Berbicara tentang Akal dan Ilmu Pengetahuan, Jakarta : Gema Insani Pers
Saksono, Tono. 2006. Mengungkap Rahasia Simfoni Dzikir Jagat Raya, Pustaka Darul Ilmi, Bekasi
Asy-Syinqithi, Syaikh Muhammad Amin, Adhwa’ul Bayan fi Tafsiril Qur’ani bil Qur’an,-
Turner, Horwad R, 1997, Science in medieval Islam, An Ilustrated Introduction, University of Texas Press,Texas
Read More

Tuesday, November 29, 2011

Doa Pendekat Jodoh

| |
0 comments



Pertama sekali baca surah Al Fatiha dan baca doa ini.



"Ya Allah, jadikanlah dia (sebut nama orang yang inginkan jodoh) dikasihi pada hati2 mereka yang beriman dan gembirakanlah dia (sebut nama orang yang inginkan jodoh)dengan kekayaan sehingga seratus dua puluh kebaikan. Allah adalah sebaik2 pemelihara dan Dia amat mengasihi daripada segala2nya". 


Gantikan sebutan yang bertanda bulat (dia) kepada sebutan pada jodoh korang.
  • Contoh pertama - jika yang berdoa itu perempuan untuk jodohnya : ALLAHUMMAJ ALHA kepada HU (dia lelaki dan sebutkan terus nama lelaki yg ingin korang di jodohan)
  • Contoh kedua - jika yang berdoa itu lelaki untuk jodohnya : ALLAHUMMAJ ALHA(dia perempuan dan sebutkan nama perempuan yang ingin korang jodohkan)
  • Contoh ketiga - Jika ingin doakan untuk diri sendiri atau mereka atau kami, tukarkan kepada sebutan HA mengikut sebutan2 yang telah di berikan.
NA - kami, HUM - mereka, NI - saya  HU - dia (lelaki), HA - dia (perempuan)

Nota
Harapnya selepas ini semua sudah faham yer guys.. Sebaiknya lakukan doa ini selepas solat 5 waktu. InsyaAllah dengan izin-Nya akan termakbul.


P.S. Doalah demi cinta yang tulus agar dipercepatkan jodohnya. Restu kedua orang tua juga perlu dalam setiap hubungan agar jodoh kita berpanjangan dan sentiasa bahagia. Jika sebaliknya, mohon pada Allah agar dibukakan pintu hati untuk kedua2 orang tua untuk menerima pasangan hidup korang. InsyaAllah... Ehhh.. kalau sape yang sudah dapat JODOH tuh dan nak makan nasi minyak, reti2 ler email kad jemputan. Suka tengok couple bahagia. AMIN


Read More

Monday, November 28, 2011

Pergerakan 'Occupy' akan 'duduki' Parlimen, esok

| |
0 comments


Sekumpulan aktivis bertujuan membawa pergerakan antarabangsa ‘Occupy’ ke bangunan Parlimen esok, sebagai bantahan terhadap Rang Undang-undang Perhimpunan Aman 2011, yang dijadual dibahaskan dan dibentang untuk bacaan kali kedua.

Sehubungan itu, Occupy meminta orang ramai berhimpun di hadapan bangunan Parlimen selama tiga hari berturut-turut, bermula jam 11 pagi esok.

occupy dataran merdeka 151011 night programme story imageKumpulan itu dipelopori Dewan Perhimpunan Rakyat KL yang sebelum ini terbabit dengan pergerakan Occupy Dataran yang mengadakan pelbagai aktiviti di Dataran Merdeka sejak Ogos lalu.

Dalam satu kenyataan media, kumpulan itu berkata rang undang-undang yang cuba dibentangkan kerajaan BN itu bertujuan menyekat kebebasan rakyat tanpa sebrang rundingan dengan orang ramai.Dakwa mereka, tindakan itu jelas bertentangan dengan amalan demokrasi di negara ini.

"Kami, Dewan Perhimpunan Rakyat KL, berpendapat bahawa amalan semasa membuat keputusan mengenai dasar-dasar yang memberi kesan kepada semua rakyat Malaysia adalah tidak demokratik. Ini kerana tidak ada ruang untuk orang ramai mengambil bahagian dalam proses membuat keputusan.

"Kami berpendapat bahawa kebebasan untuk berhimpun secara aman tanpa sekatan adalah asas dalam mana-mana demokrasi yang berfungsi. Malah, hak itu juga dijamin dalam Perkara 10 Perlembagaan Persekutuan," petik kenyataan itu.

Menurut kumpulan itu , rang udang-undang itu jelas mendiskriminasikan bukan warganegara, kanak-kanak dan belia di bawah umur 21 tahun kerana kumpulan-kumpulan berrkenan dilarang daripada menganjurkan perhimpunan.

"Rang undang-undang memperuntukan pihak berkuasa untuk menetapkan di mana dan bagaimana perhimpunan boleh diadakan. Intipati hak untuk berhimpun secara aman lenyap dengan sekatan seumpama ini."

Justeru, Occupy menuntut kerajaan menarik balik rang undang-undang itu pada kadar segera dan mencadangkan suara rakyat diambil kira sebelum mana-mana undang-undang atau polisi digubal.
Selain Occupy, Majlis Peguam juga telah mengarahkan semua peguam di bawah persatuan itu untuk turut berarak bermula dari Kelab Tasik Diraja ke bangunan Parlimen, pada jam 11 pagi bagi menyerahkan nota bantahan.

Persatuan Dayak Iban Sarawak, sebuah NGO di Kuching pula akan mengadakan bantahan di Bangunan Lama Mahkamah di Kuching.
Read More

PM jelaskan 'kekeliruan' Akta Perhimpunan Aman

| |
0 comments

Perdana Menteri Datuk Seri Najib Razak hari ini menolak dakwaan bahawa Rang Undang-undang Perhimpunan Aman adalah satu undang-undang "draconian" yang zalim.
Jelasnya, bahawa dengan akta berkenaan perhimpunan bakal boleh diadakan dalam masa yang singkat dan menjamin hak setiap warganegara Malaysia untuk berhimpun secara aman.

NONE"Akta Perhimpunan Aman dibahagikan kepada dua kategori, bagi kawasan-kawasan yang telah ditetapkan, mereka hanya perlu memberitahu pihak polis dan akan ada pihak berkuasa yang akan memanatu keadaan walaupun dengan notis yang singkat.

"Bagi kawasan-kawan yang tidak ditetapkan, maka ia akan memerlukan 10 tempoh hari supaya pihak polis boleh berunding dengan masyarakat setempat untuk mendapatkan pandangan mereka," katanya pada sidang media selepas merasmikan forum antarabangsa sempena Perhimpunan Agung Umno 2011 di Pusat Dagangan Dunia Putra hari ini.
"Bagi kawasan yang ditetapkan, awak boleh berkumpul pada bila-bila masa... hanya maklumkan kepada polis bahawa anda sedang berhimpun... malah maklumkan sahaja dalam tempoh 24 jam."

Menurut Najib, akta itu sesuatu perubahaan besar berbanding dengan undang-undang yang ada sekarang.

"Polis mempunyai budi bicara tetapi dalam akta baru ini, hak rakyat untuk berhimpun secara aman adalah dijamin, jadi ini adalah penting," katanya.

Najib juga menolak dakwaan bahawa undang-undang baru itu lebih zalim daripada kebebasan Myanmar dan menuduh pihak pembangkang cuba mengelirukan orang ramai.
"Dalam akta yang baru ini, hak warganegara untuk berhimpun dengan aman itu terjamin, itu yang penting. Adalah tidak berasas sama sekali bahawa kerajaan  lebih zalim daripada Myanmar dan macam-macam karut lagi.

“Mereka yang membuat dakwaan ini mahu mengelirukan orang ramai," katanya.
NONEPada 24 November lalu, Najib membentangkan rang undang-undang Perhimpunan Aman di Parlimen yang didakwanya meliputi hak bukan sahaja kepada penganjur dan peserta untuk menyertai perhimpunan secara aman tanpa senjata malah turut mengambil kira kepentingan awam dan masyarakat setempat.
"Kami akan tentukan kawasan-kawasan di mana orang ramai boleh berhimpun. Kawasan-kawasan itu akan ditetapkan. Itulah apa yang kita maksudkan kawasan yang ditetapkan dan kawasan-kawasan itu tidak akan menjejaskan kepentingan awam seperti stadium dan kawasan lapang.

"Pihak polis hanya akan menyelaraskan perhimpunan aman, itu sahaja peranan polis," katanya.

**Hanya berkata sahaja...
Read More

Sunday, September 18, 2011

Pilihan ditangan anda...!!

| |
0 comments
Assalamualaikum sahabat-sahabat Nukilan Emas..

Mungkin agak pelik kenapa tiba2 saya postkn mengenai keluarga...tujuan saya postkn adalah untuk kita sama-sama menilai serta memilih contoh keluarga yang bagaimanakah yang terbaik untuk kita pada masa akan datang.....untuk itu, saya mengambil contoh yang pertama seperti yang anda lihat ini...


 gambar 1

pada penilaian saya,Alhamdulillah...mereka bahagia dengan anak-anak membesar dengan baiknya....tetapi ada sedikit kekurangan yang mungkin anda sendiri boleh menafsirnya sendiri,insyaAllah....(^_^)...tetapi jauh berbeza sekali dengan gambar kedua ini pula...


gambar 2

Eh,mesti anda memkirkan sesuatu yang tidak wujud pada keluarga tadi kn??...he4...Alhamdulillah,mereka juga bahagia,walaupun memiliki 2 cahaya mata....Tetapi mereka ada ALLAH bersama keluarga mereka...mereka yakin dengan JANJI ALLAH.......

Sahabat2 sekalian, setiap keluarga pasti bahagia dengan apa jua cara dan situasi sekalipun,tetapi kebahgiaan apabila yang disertakan ALLAH di dalamnya, insyaAllah....maka akan lebih bahagia di dunia hingga ke syurgaNya...dalam erti kata lain, bagaikan SYURGA CINTA...

Oleh itu sahabat2, buatlah pilihan yang bijak dengan HikmahNya...sentiasalah ingat firmanNya:-
"Laki-laki yang baik hanya untuk perempuan2 yang baik,begitu juga sebaliknya"...

Untuk mendapat yang soleh, maka jadilah solehah...
Untuk mendapatkan solehah, maka haruslah menjadi soleh....

**Marilah kita berkongsi pendapat...Tq..
*Andai silap tutur kata, tegurlah saya..Nukilan Emas...
*Fb : ahmad alfateh.
Read More

Monday, September 12, 2011

::Team HITC beRaya di Port Dickson::

| |
0 comments



Read More

Friday, September 09, 2011

Kembara Remaja Nafas Baru 1.0

| |
0 comments


Sila layari :- https://www.facebook.com/KRNB1.0
Read More

Sunday, August 28, 2011

Majlis Talaqi bersama Syeikh Asyraf...

| |
0 comments











Read More

Santai Bersama sahabat2....

| |
0 comments






Read More

Tuesday, August 09, 2011

Pakaian Wanita Di Mata Lelaki??

| |
0 comments



Sekadar gambar hiasan : Creative studio

Allah telah menjadikan setiap kejadian ni berpasang-pasangan. Malam pasangannya siang, rajin pasangannya malas, tidur pasangannya jaga dan lelaki pasangannya perempuan. Disebabkan perempuan pasangannya lelaki, maka Allah telah menciptakan bentuk badan wanita itu dapat memikat hati lelaki. Bila berkata tentang terpikat sesungguhnya ini ada hubungkaitnya dengan nafsu. Ia ada pula perkaitannya dengan bisikan syaitan. Jadi, untuk mengawal nafsu mestilah dikawal dengan iman.

Pada mata lelaki, perempuan ini adalah simbol. Simbol apa ye?? Ana pasti anda juga tahu maksudnya. Orang lelaki mempunyai imaginasi yang nakal jika tidak di kawal dengan iman. So, mata lelaki ni selalu menjalar apabila terpandang seorang wanita. Setiap bentuk badan wanita akan dihayati oleh seorang lelaki dengan pelbagai tafsiran nakal nafsu. Apabila seorang lelaki melihat seorang perempuan, maka perkara pertama yang akan dilihat oleh seorang lelaki adalah rambut perempuan itu. Sebab itulah wanita berkewajipan untuk menutup rambutnya. 

Apabila rambut wanita itu dah ditutup, maka mata lelaki ini akan turun ke bawah melihat lehernya, maka wajiblah wanita itu menutup lehernya. Seterusnya mata lelaki ini akan turun lagi melihat bentuk payudaranya, sebab itulah wanita berkewajipan untuk menutup dadanya dengan melabuhkan tudung. Setelah itu, mata lelaki ini akan turun lagi melihat bentuk ramping pinggangnya, sebab itulah wanita perlu dan wajib untuk melabuhkan pakaian supaya tidak ternampak bentuk pinggangnya. Kemudian, mata lelaki ini akan turun lagi melihat pula bentuk punggungnya, maka wajiblah wanita itu untuk membesarkan pakaiannya agar bentuk punggung tidak kelihatan dan lelaki ni seterusnya akan melihat bentuk pehanya. Maka, janganlah sesekali wanita ini memakai kain yang agak ketat hingga nampak bentuk pahanya. 

Mata lelaki ini akan turun lagi, melihat kepada kaki perempuan. Oleh itu, wajiblah seorang wanita itu memakai stoking yang warnanya tak same sekali dengan warna kulit kita. Tolonglah..agar mata-mata lelaki ni tak berdosa. Sesudah tu, mata lelaki ni akan kembali semula ke atas. Menengok pula bentuk tangan yang cantik pada pandangan mata lelaki. Maka, tolonglah wahai muslimah semua, labuhkanlah tudung kita menutupi bentuk tangan kita.Tak pun, pakailah sarung lengan yang ada sekarang ini lebih afdal..kat mydin banyak jual. 

Wahai lelaki, janganlah pula kamu melihat mukanya kerana ia akan menimbulkan fitnah kecualilah jika kamu nak meminangnya. Dan kalau wanita tu sangat solehah, takut muka yang cantik tu akan menimbulkan fitnah,maka berpurdahlah jika itu lebih baik buat kamu. Tetapi, mata lelaki ni ada satu jenis penyakit lagi iaitu mata lelaki ni akan tertangkap secara spontan bila ternampak warna yang terang. Oleh itu, wanita sekalian janganlah pakai pakaian yang warnanya terang sangat, kalau nak pakai pun pakailah untuk suami kat rumah. Lebih selamat. 

Itulah wahai sahabiah semua berkenaan dengan mata lelaki ini. Bila dah tutup aurat tu jangan pulak ingat tugas kita dah selesai. Kenalah pula kita menjaga kehormatan diri kita. Jangan keluar seorang diri. Keluarlah dengan mahram. Mata lelaki pula janganlah menjalar langsung kepada muslimah walau muslimah tu dah menutup aurat. Insya Allah selamat duniawi ukhrawi. 

Ingatlah, apa yang ada pada seorang wanita tu tiada pada lelaki. Itulah specialnya wanita, maka peliharalah ia sebaik mungkin dan serahkan saja itu semua kepada yang halal iaitu untuk suami kita. Ingatlah, hukum Allah tu adalah untuk kebaikan kita jua. Tiada ruginya pada Allah tapi amat malang jika kita melanggarnya. Dan pada kaum lelaki, mata kamu tu wajib untuk tak mencuri melihat wanita ajnabi dan dilarang sangat sangat oleh Allah dan Rasul. 

Sesungguhnya pandangan antara lelaki dan wanita yang ajnabi adalah salah satu daripada panahan syaitan. Ingat, wanita dijadikan dari rusuk lelaki, bukan dari kepala sebagai atasnya dan bukan dari kaki sebagai alasnya. Tetapi dekat dengan lengan untuk dilindungi dan dekat dengan hati untuk dididik dan dikasihi. 

Berkorban kerana Allah membuatkan kita tak terasa kehilangan harga diri malah mendapat ketenangan dan kebahagiaan hakiki..InsyaAllah...


Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


Pesanan Hari Ini

“Perumpamaan persaudaraan kaum muslimin dalam cinta dan kasih sayang di antara mereka adalah seumpama satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit maka mengakibatkan seluruh tubuh menjadi demam dan tidak bisa tidur.”

(Hadis riwayat Muslim)

“Seorang Muslim adalah saudara muslim lainnya, ia tidak menzaliminya, merendahkannya, menyerahkan (kepada musuh) dan tidak menghinakannya.”

(Hadis riwayat Muslim)

“Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati.”

by Ahmad AlFateh