Wednesday, November 25, 2009

Tentang Mazhab Jumhur

| |
0 comments
Untuk lebih menjelaskan pendapat yang rajih --yakni pendapat jumhur ulama-- maka saya perlu mengatakan bahwa sesungguhnya jika kakak mewarisi bersamaan dengan saudara, maka ia mempunyai dua keadaan, dan masing-masing memiliki hukum tersendiri.
Keadaan pertama: kakek mewarisi hanya bersamaan dengan para saudara, tidak ada ahli waris lain dari ashhabul furudh, seperti istri atau ibu, atau anak perempuan, dan sebagainya.
Keadaan kedua: kakak mewarisi bersama para saudara dan ashhabul furudh yang lain, seperti ibu, istri, dan anak perempuan.
Hukum Keadaan Pertama
Bila seseorang wafat dan meninggalkan kakek serta saudara-saudara tanpa ashhabul furudh yang lain, maka bagi kakek dipilihkan perkara yang afdhal baginya --agar lebih banyak memperoleh harta warisan-- dari dua pilihan yang ada. Pertama dengan cara pembagian, dan kedua dengan cara mendapatkan sepertiga (1/3) harta warisan. Mana di antara kedua cara tersebut yang lebih baik bagi kakek, itulah yang menjadi bagiannya. Bila pembagian lebih baik baginya maka hendaklah dengan cara pembagian, dan bila mendapatkan 1/3 harta warisan lebih baik maka itulah yang menjadi haknya.
Makna Pembagian
Makna pembagian menurut ulama faraid adalah kakek dikategorikan seperti saudara kandung, ia mendapatkan bagian yang sama dengan bagian saudara kandung laki-laki. Apabila kakek berhadapan dengan saudara perempuan kandung, maka ia menempati posisi yang sama seperti saudara kandung laki-laki. Berarti kakek mendapatkan bagian dua kali lipat bagian para saudara perempuan sekandung.
Bila cara pembagian tersebut kemungkinan merugikan kakek, maka diberikan dengan memilih cara mendapat sepertiga (1/3) harta waris yang ada.
Pembagian yang Lebih Menguntungkan Kakek
Ada lima keadaan yang lebih menguntungkan kakek bila menggunakan cara pembagian. Kelima keadaan tersebut sebagai berikut:
Kakek dengan saudara kandung perempuan.
Kakek dengan dua orang saudara kandung perempuan.
Kakek dengan tiga orang saudara kandung perempuan.
Kakek dengan saudara kandung laki-laki.
Kakek dengan saudara kandung laki-laki dan saudara kandung perempuan.
Adapun penjelasannya seperti berikut:
Pada keadaan pertama kakak mendapat dua per tiga (2/3).
Pada keadaan kedua kakek mendapat setengah (1/2).
Pada keadaan ketiga kakek mendapat dua per lima (2/5).
Pada keadaan keempat kakek mendapat setengah (1/2).
Pada keadaan kelima kakek mendapat dua per lima (2/5).
Kelima keadaan itu lebih menguntungkan kakek jika menggunakan cara pembagian.
Pembagian dan Jumlah 1/3 yang Berimbang
Ada tiga keadaan yang menyebabkan kakek mendapatkan bagian yang sama baik secara pembagian ataupun dengan mengambil sepertiga harta waris yang ada. Ketiga keadaan itu sebagai berikut:
Kakek dengan dua orang saudara kandung laki-laki.
Kakek dengan empat orang saudara kandung perempuan.
Kakek dengan seorang saudara kandung laki-laki dan dua orang saudara kandung perempuan.
Pembagian Sepertiga Lebih Menguntungkan Kakek
Selain dari delapan keadaan yang saya kemukakan itu, maka pemberian sepertiga (1/3) kepada sang kakek lebih menguntungkannya. Misalnya, seseorang wafat dan meninggalkan seorang kakek dan tiga orang saudara, atau seorang kakek dan lima saudara kandung perempuan atau lebih. Dalam hal ini kakek mendapat sepertiga (1/3), dan sisanya dibagikan kepada para saudara, yang laki-laki mendapat dua kali lipat bagian wanita.
Kalau saja dalam keadaan seperti itu kita gunakan cara pembagian, maka kakek akan dirugikan karena akan menerima kurang dari sepertiga harta warisan.
Catatan
Hukum tentang hak waris saudara laki-laki dan perempuan seayah ketika bersama dengan kakek --tanpa saudara kandung laki-laki atau perempuan-- maka hukumnya sama dengan hukum yang saya jelaskan di atas.
Hukum Keadaan Kedua
Bila kebersamaan antara kakek dengan para saudara dibarengi pula dengan adanya ashhabul furudh yang lain --yakni ahli waris lainnya-- maka bagi kakek dapat memilih salah satu dari tiga pilihan yang paling menguntungkannya. Yaitu, dengan pembagian, menerima sepertiga (1/3), atau menerima seperenam (1/6) dari seluruh harta waris yang ditinggalkan pewaris. Dan hal ini pun dengan syarat bagiannya tidak kurang dari seperenam (1/6) bagaimanapun keadaannya. Kalau jumlah harta waris setelah dibagikan kepada ashhabul furudh tidak tersisa kecuali seperenam atau bahkan kurang, maka tetaplah kakek diberi bagian seperenam (1/6) secara fardh, dan para saudara kandung digugurkan atau dikurangi haknya. Ketetapan ini telah menjadi kesepakatan bulat imam mujtahid.
Adapun bila cara pembagian --setelah para ashhabul furudh mengambil bagiannya-- bagian sang kakek lebih menguntungkannya, maka hendaknya dibagi dengan cara itu. Dan jika sepertiga (1/3) sisa harta waris yang ada malah lebih menguntungkannya, maka itulah bagian kakek. Yang pasti, bagian kakek tidaklah boleh kurang dari seperenam (1/6) bagaimanapun keadaannya. Sebab bagian tersebut adalah bagiannya yang telah ditentukan syariat.
Contoh Keadaan Kedua
Contoh pertama: seseorang wafat dan meninggalkan suami, kakak, dan saudara kandung laki-laki. Maka pembagiannya seperti berikut: suami faradh-nya setengah (1/2) karena pewaris tidak mempunyai anak, dan sisanya dibagi dua, yakni kakak seperempat dan saudara kandung laki-laki juga seperempat.
Pada contoh kasus ini kakek lebih beruntung untuk menerima warisan dengan cara pembagian. Sebab dengan pembagian ia mendapatkan bagian lebih dari seperenam (1/6).
Contoh kedua: seseorang wafat dan meninggalkan ibu, kakek, dua saudara kandung laki-laki dan dua saudara kandung perempuan. Maka pembagiannya seperti berikut: ibu mendapat seperenam (1/6) bagian, kakek mendapat sepertiga (1/3) dari sisa harta yang ada, dan sisanya dibagikan kepada saudara laki-laki dan perempuan, dengan ketentuan bagi laki-laki mendapat dua kali lipat bagian perempuan.
Dalam contoh kedua ini bagian kakek lebih menguntungkan, ia mendapatkan sepertiga dari sisa harta setelah diambil hak sang ibu. Berarti kakek mendapat sepertiga (1/3) dari lima per enam (5/6).
Contoh ketiga: seseorang wafat dan meninggalkan seorang anak perempuan, nenek, kakek, dan tiga saudara kandung perempuan. Pembagiannya sebagai berikut: bagi anak perempuan setengah (1/2), nenek seperenam (1/6), kakek seperenam (1/6), dan sisanya dibagikan kepada para saudara kandung perempuan sesuai jumlah orangnya secara rata.
Contoh keempat: seseorang wafat dan meninggalkan lima anak perempuan, suami, kakek, dan empat saudara kandung laki-laki. Maka pembagiannya seperti berikut: suami mendapat seperempat (1/4), lima anak perempuan mendapat dua per tiga (2/3), dan kakek mendapat seperenam (1/6), sedangkan empat saudara laki-laki tidak mendapatkan apa-apa. Hal ini telah disepakati ulama mujtahid.
Contoh kelima: seseorang wafat dan meninggalkan dua orang istri, seorang anak perempuan, seorang cucu perempuan dari keturunan anak laki-laki, kakek, ibu, dan sepuluh saudara kandung perempuan. Maka pembagiannya sebagai berikut: untuk kedua orang istri seperdelapan (1/8), anak perempuan setengah (1/2), dan cucu perempuan keturunan dari anak laki-laki seperenam (1/6) sebagai penyempurna dua per tiga (2/3), ibu mendapatkan seperenam (1/6), dan sang kakek juga seperenam. Sedangkan sepuluh saudara kandung perempuan tidak mendapatkan apa-apa sebab ashhabul furudh telah menghabiskan bagian yang ada.
Read More

Tanda2 dan penyakit

| |
0 comments
A.Deria
1. MATA. Bertindak balas dengan keadaan hati.
i) Mata menjadi merah: Hati mengandungi paras toksin yang tinggi. Mata menjadi merah menandakan badan kita sedang dalam proses pembuangan toksin.
ii) Mata menjadi kabur: Sering berlaku pada waktu pagi.Menandakan proses penyeimbangan hati sedang berlaku.
iii) Keluar tahi mata: Fungsi hati lemah, pembuangan toksin sedang berlaku. Ini juga menunjukkan badan mengandungi asid berlebihan.
iv) Keluar air mata: Gangguan emosi yang bersangkut dengan hati atau bebanan kerja
v) Ketegangan mata dan kelopak . Tekanan perasaan kerana tidak puas hati atau bebanan yang berat.


------------------------------ ------------------------------ --------------


2. HIDUNG. Hidung mempunyai hubungan rapat dengan paru-paru dan kerongkong.
i) Selsema
a. Proses pembuangan toksin di bahagian kerongkong.
b. Badan mengandungi asid berlebihan (biasanya suhu badan meningkat).
ii) Hidung sebu
a. Paru-paru mengandungi toksin yang berlebihan.
b. Proses menyeimbangkan masalah alahan hidung.
iii) Bersin
a. Proses membuang toksin di bahagian kerongkong.
b. Proses menyeimbangkan masalah alahan hidung.
iv) Batuk
a. Batuk keluar kahak: Proses membuang toksin di bahagian kerongkong.
b. Batuk tanpa kahak: Paru-paru mengandungi toksin yang berlebihan.Biasanya kahak pekat keluar setepas beberapa hari memakan RG.
c. Batuk dan berasa gatal di kerongkong: Proses membuang toksin di bahagian kerongkong dan paru-paru, biasanya berlaku pada orang yang banyak merokok atau terdedah kepada udara yang tercemar.


------------------------------ ------------------------------ --------------


3. KERONGKONG
i) Kerongkong kering . Proses membuang toksin sedang berlaku di seluruh badan. Ini adalah tanda bahawa badan kita memerlukan banyak air untuk membuang toksin.
ii) Sakit kerongkong . Seperti di atas. Paras keracunan lebih serius.


------------------------------ ------------------------------ -------------


4. BIBIR . Berkaitan dengan fungsi sistem penghadaman.
i) Bibir pucat
a. Sistem penghadaman yang lemah.
b. Perut mengandungi angin.
c. Kurang darah yang disebabkan oleh sistem penghadaman yang kurang sempurna dan mengakibatkan kekurangan zat besi. Sepatutnya diperkuatkan fungsi penghadaman dahulu dengan RG sebelum memakan zat besi.
ii) Bibir kering dan pecah Perut mengandungi banyak bahan toksin.


------------------------------ ------------------------------ --------------


5. MULUT DAN LIDAH:
Berkaitan dengan fungsi jantung dan sistem pengedaran darah.
i) Lidah atau gusi bengkak, sakit: Menunjukkan jantung mempunyai masalah, seperti lemak yang berlebihan, injap menjadi lemah, saluran koronari tersumbat dan lain-lain lagi.
ii) Lidah, tisu mulut atau gusi menjadi pecah-pecah (ulser): Menandakan darah mengandungi asid berlebihan.
iii) Mulut berbau busuk. Proses penyeimbangan fungsi perut untuk pembuangan toksin.


------------------------------ ------------------------------ --------------


6. TELINGA:
Berkaitan dengan buah pinggang.
i) Telinga terasa tersumbat: Buah pinggang mengandungi toksin berlebihan.
ii) Telinga berdengung: Sedang merawat buah pinggang yang lemah.Biasanya tapak kaki terasa sakit ketika bangun pagi dan sakit itu hilang setelah berjalan-jalan.
------------------------------ ------------------------------ --------------


B. KULIT


1. PELUH
i) Peluh masin : Badan mengandungi lebihan asid urik.
ii) Peluh berbau: Badan menyingkirkan toksin melalui perpeluhan.
------------------------------ ------------------------------ --------------
2. RUAM DAN BISUL: Badan menyingkirkan toksin yang berlemak dan toksin yang tidak larut dalam air.
------------------------------ ------------------------------ --------------
3. KULIT GATAL DENGAN RUAM: Proses menyingkirkan toksin melalui kulit akibat terlalu banyak memakan ubat yang mengandungi bahan kimia.
------------------------------ ------------------------------ --------------
4. KULIT PECAH DAN BERAIR: Proses pembuangan toksin yang larut dalam air.Sapukan serbuk Ganoderma pada kulit berkenaan.
------------------------------ ------------------------------ --------------
5. RAMBUT GUGUR: Menandakan fungsi buah pinggang yang lemah. Selepas proses gugur, rambut akan tumbuh semula dengan lebih sihat dan subur.


------------------------------ ------------------------------ --------------


C. SENDI-SENDI, TANGAN DAN KAKI
1. SENDI SAKIT
i) Rasa panas. Menunjukkan terdapat luka di bahagian sendi berkenaan dan tanda- tanda penyakit pirai (gout).
ii) Tidak rasa panas Tanda-tanda sakit lenguh (rheumatism).
iii) Sakit di bahagian bahu. Menandakan saluran darah telah menjadi keras dan fungsi metabolisme tidak seimbang.
------------------------------ ------------------------------ --------------
2. KEBAS TANGAN.
Pengaliran darah di bahagian atas badan tidak lancar.
------------------------------ ------------------------------ --------------
3. KEBAS TANGAN KIRI DAN LENGAN.
Tanda-tanda lemah atau sakit jantung.Jika rasa kebas menjadi sakit di bahagian lengan dan kekal di sana , ini menandakan serangan sakit jantung mungkin berlaku.
------------------------------ ------------------------------ --------------
4. KEBAS KAKI.
Pengaliran darah di bahagian bawah badan tidak lancar.
------------------------------ ------------------------------ --------------
5. SAKIT TAPAK KAKI.
Menandakan buah pinggang lemah. Biasanya disebabkan oleh kekurangan senaman dan duduk terlalu lama.
------------------------------ ------------------------------ --------------
6. SAKIT TUMIT KAKI.
Menunjukkan kelemahan fungsi alat kelamin.
------------------------------ ------------------------------ --------------
7. RASA PANAS DI TAPAK KAKI.
Penyeimbangan fungsi buah pinggang akibat lemah tenaga batin.
------------------------------ ------------------------------ -------------
8. GATAL DI CELAH-CELAH JARI KAKI.
Menunjukkan tanda awal penyakit kaki busuk (Hong Kong Foot).


2. TANDA-TANDA DALAMAN


A. KEPALA .
Secara amnya, segala tindak balas yang berlaku di bahagian kepala mempunyai kaitan dengan sistem pengaliran darah, jantung dan saraf otak.


------------------------------ ------------------------------ --------------


1. PENING/SAKIT DI BAHAGIAN DEPAN KEPALA
Menandakan sakit tekanan jiwa (neurosis) akibat bebanan mental dan banyak berfikir.


------------------------------ ------------------------------ --------------


2. PENING/SAKIT DI BAHAGIAN BELAKANG KEPALA
i) Bahagian atas . Menunjukkan penyakit tekanan darah tinggi.
ii) Bahagian bawah (tengkuk) . Menunjukkan penyakit tekanan darah tinggi atau tekanan darah


------------------------------ ------------------------------ --------------


3. SAKIT KEPALA DAN RASA GAS KELUAR DARI TELINGA
Menandakan penyakit migrain.


------------------------------ ------------------------------ --------------


4. BISUL TERJADI DI KEPALA
Tanda pembuangan toksin sedang berlaku. Kadang-kadang dikaitkan dengan penyakit migrain.


------------------------------ ------------------------------ --------------


5. RASA PENING YANG MEMUSING
Tanda kurang darah atau pengaliran darah tidak lancar.


------------------------------ ------------------------------ --------------


B. MULUT/KERONGKONG


1. LOYA/MUNTAH .
Tanda penyakit lelah. Pembuangan bahan toksik dari bahagian perut.
------------------------------ ------------------------------ --------------
2. MUNTAH DARAH
i) Darah merah : Pembuangan tisu yang sudah rosak di bahagian kerongkong dan
ii) Darah hitam: Pembuangan tisu yang sudah rosak di bahagian perut;misalnya penyakit ulser.
------------------------------ ------------------------------ --------------
3. LIDAH RASA TEGANG DAN PENDEK .
Tanda sakit jantung.
------------------------------ ------------------------------ --------------
4. KELUAR AIR LIUR YANG PEKAT .
Proses pembuangan toksin dari kerongkong akibatjangkitan kuman


------------------------------ ------------------------------ --------------




C. KENCING


1. KENCING KERAP :
Menunjukkan buah pinggang mengandungi kotoran yang
------------------------------ ------------------------------ --------------
2. AIR KENCING BERKAPUR :
Menunjukkan penyakit batu karang dalam buah pinggang.
------------------------------ ------------------------------ --------------
3. AIR KENCING BERMINYAK :
Menunjukkan buah pinggang mengandungi kotoran berlemak.
------------------------------ ------------------------------ --------------
4. AIR KENCING PEKAT BERWARNA COKLAT :
Menandakan proses pembuangan toksin sedang berlaku.
------------------------------ ------------------------------ --------------
5. AIR KENCING BERDARAH :
Penyakit batu karang atau buah pinggang luka.


------------------------------ ------------------------------ --------------


D. BUANG AIR BESAR


1. CIRIT-BIRIT/KERAP BUANG AIR BESAR : Membersihkan kotoran/ keracunan dari usus besar. Cirit-birit dengan serta merta selepas memakan RG,
menandakan penyakit barah di bahagian usus besar.
------------------------------ ------------------------------ --------------
2. SEMBELIT:
2. Membersihkan toksin dari usus kecil.
------------------------------ ------------------------------ --------------
3. NAJIS BERDARAH
i) Darah merah : Masalah penyakit buasir atau barah di bahagian usus.
ii) Darah hitam: Masalah penyakit ulser perut.
------------------------------ ------------------------------ --------------
4. NAJIS BERWARNA HITAM: Menunjukkan proses pembuangan toksin di bahagian usus sedang


------------------------------ ------------------------------ --------------




E. TINDAK BALAS BADAN


1. BADAN RASA SAKIT: Secara amnya, segala kesakitan badan adalah disebabkan saluran
i) Sakit menyucuk : Proses menyeimbangkan urat saraf.
ii) Sakit sengal: Menandakan luka di dalam badan.
iii) Sakit menyentap: Proses menyeimbangkan urat saraf yang berkaitan dengan organ- organ badan.
iv) Sakit menegang : Proses melancarkan pengaliran darah.
------------------------------ ------------------------------ --------------
2. BADAN TERASA BERAT/ MALAS/ LENGUH .
Badan mengandungi asid yang berlebihan. Proses penyeimbangan
------------------------------ ------------------------------ --------------
3. BADAN TERASA PANAS.
Badan mengandungi asid yang berlebihan. Ini menandakan badan memerlukan banyak air untuk menjalankan proses pembuangan toksin.
------------------------------ ------------------------------ --------------
4. BADAN TERASA RINGAN:
Menandakan badan segar dan proses awet muda sedang berlaku.


------------------------------ ------------------------------ --------------








F. TINDAK BALAS EMOSI


1. RASA TAKUT MENGEJUT:
Lemah fungsi buah pinggang. Tenaga batin lemah.
------------------------------ ------------------------------ --------------
2. CEPAT NAIK DARAH/MARAH:
Fungsi hati lemah. Tekanan darah tinggi.
------------------------------ ------------------------------ --------------
3. RASA BIMBANG DAN TAKUT:
Sistem paru-paru yang lemah.
------------------------------ ------------------------------ --------------
4. RASA SERONOK ATAU BIMBANG TANPA SEBAB:
i) Sistem jantung yang lemah.
ii) Sistem saraf otak yang lemah.
iii) Masalah pengaliran darah.
------------------------------ ------------------------------ -------------
5. SUKA BERFIKIR DAN BERKHAYAL:
Sistem penghadaman yang lemah
Read More

Solat and Science

| |
0 comments

Seorang professor fizik di Amerika Syarikat telah membuat satu kajian tentang kelebihan solat berjemaah yang disyariatkan dalam Islam. Katanya tubuh badan kita mengandungi dua cas elektrik iatu cas positif dan cas negatif.
Dalam aktiviti harian kita sama ada bekerja, beriadah atau berehat, sudah tentu banyak tenaga digunakan. Dalam proses pembakaran tenaga, banyak berlaku pertukaran cas positif dan cas negatif, yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam tubuh kita.
Ketidakseimbangan cas dalam badan menyebabkan kita rasa letih dan lesu setelah menjalankan aktiviti seharian. Oleh itu cas-cas ini perlu diseimbangkan semula untuk mengembalikan kesegaran tubuh ke tahap normal.
Berkaitan dengan solat berjemaah, timbul persoalan di minda professor ini mengapa Islam mensyariatkan solat berjemah dan mengapa solat lima waktu yang didirikan orang Islam mempunyai bilangan rakaat yang tidak sama.


Timbul persoalan di fikiran professor itu tentang solat Isyak yang mengandungi 4 rakaat.Logiknya, pada waktumalam kita tidak banyak melakukan aktiviti dan sudah tentu tidak memerlukan proses pertukaran cas yang banyak.
Setelah kajian lanjut, didapati terdapat keistimewaan mengapa Allah mensyariatkan 4 rakat dalam solat Isyak. Kita sedia maklum, umat Islam amat digalakkan untuk tidur awal agar mampu bangun menunaikan tahajjud di sepertiga malam. Ringkasnya, solat Isyak sebanyak 4 rakaat itu akan menstabilkan cas dalam badan serta memberikan tenaga untuk kita bangun malam (qiamullail).Dalam kajiannya, professor ini mendapati bahawa Islam adalah satu a gama yang lengkap dan istimewa.
Segala amalan dan suruhan Allah Taala itu mempunyai hikmah ynag tersirat untuk kebaikan umat Islam itu sendiri. Belaiu merasakan betapa kerdilnya diri dan betapa hebatnya Pencipta alam ini. Akhirnya, dengan hidayah Allah beliau memeluk agama Islam.
Read More

Untuk Wanita: 2 Tabiat Bawa Ke Neraka..

| |
0 comments
Assalamu'alaikum wr wb ..


Sebagai peringatan untuk para wanita dipaparkan suatu peristiwa di suatu
Eid, di mana seorang wakil telah dilantik dari kaum wanita untuk bertemu
dengan Rasulullah SAW untuk meminta baginda SAW memberi ucapan khusus untuk
kaum wanita. Baginda bersetuju dan menyuruh mereka berkumpul di Baabun
Nisaa'. Setelah kaum wanita berkumpul, Bilal pergi memanggil Rasulullah
SAW. Baginda pun pergi ke sana, dan memberi salam dan mberi tazkirah seperti berikut:


'Assalamu'alaikum, wahai kumpulan/kaum wanita.
Wahai kaum wanita, aku lihat kamu ini lebih banyak di neraka'.


Seorang wanita lalu bangun bertanya, 'Apakah yang menyebabkan yang
demikian? Adakah sebab kami ini kufur?' Rasulullah SAW menjawab, 'Tidak.
Bukan begitu. Tetapi ada 2 tabiat kamu yang tidak elok yang boleh
menjerumuskan kamu ke dalam neraka:


1. Kamu banyak mengutuk/menyumpah
2. Kamu kufurkan kebaikan suami.'


Kemudian baginda SAW mengingatkan supaya :
1. Banyak beristighfar
2. Banyak bersedekah.


Keterangan:
Yang dimaksudkan dengan mengutuk/menyumpah ialah seperti contoh di bawah:


Contoh 1
Katakan kita lama menunggu bas. Tetapi bas masih tak kunjung tiba, akibat
geram dan marah kita mungkin berkata, 'Driver bas ni dah mampus agaknya.'
Perkataan mampus itu termasuk dalam erti kata menyumpah. Lisan wanita
memang terlalu cepat menyumpah. Kadang-kadang pakaian, perkakas rumah,
hatta suami pun kena sumpah.


Contoh 2
Tengah memasak gas habis. Kita mungkin berkata 'Celaka punya gas. Masa ni jugak nak habis.'
Yang dimaksudkan kufur di sini bukan kufur I'tiqad tetapi bererti tidak
mengiktiraf Kebaikan di sini bermaksud tanggungjawab yang telah
ditunaikan oleh suami.


Berkaitan dengan hal ini, Rasulullah pernah ditanya oleh seorang suami yang
kurang faham
suami'. Rasulullah SAW berkata,'Tidakkah pernah engkau jumpa, seorang
isteri, jika seumur hidup engkau, engkau berbuat baik kepadanya, tetapi di
suatu ketika, disebabkan dia tidak mendapat sesuatu yang dia kehendaki,
maka dia akan berkata ,'Awak ini, saya tak nampak satu pun kebaikan awak'
(Terjemahan langsung dari Arab).


[Dalam masyarakat kita kata-kata di atas mungkin boleh dikaitkan dengan
perkataan seperti berikut:
'Selama hidup dengan awak, apa yang saya dapat?'.][Tak guna sesen pun']


Rasulullah SAW sambung lagi ,'Mana-mana isteri yang berkata, 'Awak ini, saya
tak nampak satu pun kebaikan awak', maka akan gugur
pahala-pahala amalannya.' Saranan Rasulullah SAW yang seterusnya ialah
menyuruh kaum wanita banyak beristighfar dan bersedekah, kerana ia dapat
menyelamatkan kita dari 2 perkara yang boleh menjerumuskan kita ke dalam api neraka seperti yang disebutkan tadi.


Fadhilat beristighfar:


a. Sabda Rasulullah SAW : 'Siapa yang melazimkan amalan istighfar 70 X
sehari, dia tidak akan ditulis sebagai orang yang lupa (nyanyuk).'
Sebelum nyanyuk di hari tua, amalkan sejak muda-muda lagi. Rasulullah SAW
menganjurkan kita beristighfar 70 atau 100 kali sehari. Baginda sendiri
melakukannya lebih dari 100 X sehari. Adalah diingatkan untuk mencapai
target ini, eloklah kita menjadualkan amalan zikir ini dalam
amalan-amalan harian kita.


b .Sabda Rasulullah SAW : 'Siapa yang melazimkan amalan istighfar, akan
dikeluarkan Allah dari sifat ham dan hazan. Sifat ham bererti gelisah
yang tidak menentu yang sering melanda kaum wanita. Sifat hazan bererti
berdukacita'


c. Istighfar juga memurahkan rezeki. Jangan dianggap rezeki itu hanya dalam
bentuk wang ringgit atau harta benda. Tetapi ia juga termasuk
kesihatan, umur, kasih sayang dan anak-anak. Sedekah tidak semestinya
dalam bentuk wang ringgit. Sedekah juga termasuk:


1. Tuturkata/percakapa n yang baik. Yang paling utama ialah terhadap
keluarga sendiri. Ertinya tidak menyakitkan hati. Inilah rahsianya
bagaimana hendak menambat hati suami. Diriwayatkan, Saidatina Khadijah ra,
isteri Rasulullah SAW yang pertama, tidak pernah menyinggung hati
Rasulullah walau sedikit pun. Sepanjang hayat baginda SAW, hati baginda
dipenuhi dengan Khadijah, sehingga sering menyebut nama beliau. Kadangkala
hingga menimbulkan perasaan cemburu dikalangan isteri-isteri baginda.
Diriwayatkan juga,
Jibril as setiap kali selepas memberi wahyu kepada Rasulullah sebelum
meminta diri, selalu mengirim salam kepada Khadijah. Suatu hari Rasulullah
SAW telah bertanya beliau, dan jawab Jibril, 'Khadijahlah satu-satunya
perempuan yang Allah SWT berkenan tuturkatanya' .


2. Memberi salam.


3. Memaniskan wajah.


Juga terutamanya kepada ahli keluarga. Rasulullah SAW pernah bersabda,
'Kamu senyum sahaja pun sudah menjadi sedekah.' Terdapat juga suatu syair


Arab yang berbunyi :
'Nak buat baik, sangatlah mudah, Maniskan wajah, lembutkan lidah.' Maka
setelah diberi peringatan oleh Rasulullah SAW marilah kita
bertafakkur dan bermuhasabah diri-diri kita. Sekiranya terdapat sifat-sifat
buruk yang boleh menjerumuskan kita ke dalam api neraka itu,
maka eloklah kita mengubah sikap kita dari sekarang.


' SAMPAIKANLAH WALAU SEPOTONG AYAT -Sabda Rasulullah SAW'
Read More

Ehem, Gambar Muslimahkah Ini?

| |
0 comments


MUQADDIMAH
Terkadang bila melayari weblog-weblog rakan, menjelajah ke dalam dunia maya bagi manusia yang memayakan diri mereka, saya merasa hairan melihat sesetengah weblog muslimah, yang bertudung, yang menutup aurat, tidak segan silu pula untuk memaparkan gambar masing-masing.
Tiadalah terlalu salah untuk memaparkan gambar anda, ya muslimah sekalian, namun, sayangnya, anda terlupa bahawa gambar yang anda posting itu adalah gambar sebesar skrin 17 inci! Setiap butir jerawat dan bulu halus di muka anda terpampang rapi!
MUSLIMAH & GAMBAR : ADA APA DENGANNYA?
Tidaklah tujuan saya mengaibkan kalian. Saya adalah rakan kamu. Sahabat kamu. Yang enggan melihat wajah-wajah anda itu, dipaparkan sewenang-wenangnya kepada orang. Biarpun wajah bukan aurat mengikut sesetengah mazhab, namun tatkala fitnah mengundang, tidakkah ia melayakkan ianya ditutup dari pandangan umum? Muslimahku, Dunia internet semakin berkembang maju. Satu hari, satu weblog, mungkin berjuta-juta orang yang melihatnya setiap hari.
Di kalangan mereka ada yang bagus, yang menundukkan pandangan selaras firman Allah dalam Surah An-Nur “Katakanlah (Wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki Yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang Yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; Sesungguhnya Allah amat mendalam pengetahuannya tentang apa Yang mereka kerjakan. ”
Namun, kita harus akui, bahawa di kalangan jutaan orang itu, ada yang hatinya sakit, ada yang jiwanya perit menanggung kesakitan akibat terlihat wajah-wajah kamu biarpun kamu bertudung litup. Muslimahku, Kalau kita lihat dunia gambar bukan main maju lagi. Dahulu, cuma setakat kamera yang perlu dicuci gambarnya. Kini, telefon juga menjadi kamera. Kamera pula lebih dahsyat, lebih instant, sesegera mee segera yang sama kerosakan yang dibawanya, penyakit hati.


Alangkah malangnya, kalau wajah-wajah anda yang terpamer itu, mengundang gejolak rasa di jiwa insan bernama lelaki, yang beriman akan beristighfar dan memujuk hati, manakala yang sakit jiwanya, akan mula mengganggu anda. Mula memburu anda dengan SMS, telefon, hatta mungkin mendekati anda, dengan tujuan memiliki anda….
Hanya kerana satu kesilapan yang mungkin anda tidak terniat, wajah anda terpampang besar di internet! Gambar adalah bayangan realiti. Namun mungkin juga ia fantasi. Kadangkala tertipu juga lelaki pada fantasi Photoshop, Fireworks dan seribu satu pengedit gambar lagi. Kalau itu memang tujuan anda, anda tanggung sendirilah. Tapi kalau niat anda cuma berkongsi, dengan tanpa sedar mengajak fitnah bertandang, maka amaran saya, hati-hatilah!
PENYELESAIANNYA….
Andalah sahaja yang mampu menyelesaikannya. Bukan orang lain. Diri anda, andalah yang harus menjaganya. Apa tujuan anda bertudung dan menutup aurat? Bukankah kehendak syariat dan ingin menutup pandangan orang kepadamu? Maka, soalan saya, menundukkan pandangan bukan kehendak syariatkah? Memaparkan wajah anda besar-besar menutup pandangan orang terhadap andakah? Kerana weblog-weblog dan web foto itu milik anda, seharusnyalah anda kecilkan wajah-wajah anda dengan mengecilkan saiz gambar itu.
Banyak cara boleh dilakukan menggunakan perisian pengedit gambar. Belajarlah daripada yang tahu. Hindarkanlah aksi-aksi dan posing-posing yang hanya akan menambahkan lagi kerosakan jiwa masyarakat. Sekiranya niat anda hanya ingin berkongsi dengan rakan muslimah anda, lakukanlah secara tertutup. Elakkan posting yang boleh dilihat oleh segala macam jenis orang. Kalau lebih mudah, anda kirim saja emel bergambar pada rakan muslimah anda itu.


Ingat, wajah anda, anugerah Allah.
Anugerah Allah itu hanya layak dilihat berkali-kali oleh yang layak sahaja...
Wallahu A’lam..
Wanita solehah, Itulah sebaik-baik hiasan...
S e l a m a t B e r m u j a h a d a h

Read More

Haid tak jejas kesempurnaan ibadah haji

| |
1 comments



MASALAH haid kadangkala mengganggu kelancaran wanita mengerjakan ibadat haji dan umrah. Oleh itu, satu kefahaman dalam masalah ini perlu difahami dan diberi perhatian oleh wanita.

Wanita yang didatangi haid diharam sembahyang, puasa, tawaf, duduk dalam masjid, bersetubuh, menyentuh dan membaca Al-Quran.

Darah haid keluar paling minimum ialah satu hari satu malam (24 jam), manakala tempoh maksimum ialah 15 hari 15 malam dan tempoh kebiasaannya antara tiga hingga tujuh hari mengikut kebiasaan individu.

Jika haid keluar satu hari satu malam kemudian berhenti satu hari satu malam atau darah haid keluar dua atau tiga hari, kemudian berhenti dua hari secara umum, Mazhab Syafi’e berpendapat hari yang darah keluar dan hari darah berhenti dikira tempoh haid.

Dalam Al-Iqna ditambah tiga syarat:

l Hari darah terhenti dan hari darah keluar tidak melebihi 15 hari.

l Tempoh darah terhenti dan keluar tidak kurang daripada satu hari atau satu malam iaitu tempoh minimum haid.

l Hari suci atau tempoh suci yang menyelangi antara dua haid tidak kurang daripada 15 hari.

l Tempoh suci antara dua haid ialah 15 hari. Ulama fiqh bersepakat bahawa warna darah haid pada hari kebiasaan ialah kehitaman, merah, kuning dan keruh. Warna kuning dan keruh yang keluar hari kebiasaan haid dikira sebagai darah haid.

Darah yang keluar selepas hari kebiasaan haid tidak dikira sebagai haid. Oleh itu, jika masalah itu berlaku ke atas jemaah haji ketika berada dapatlah melakukan ibadat di Makkah dengan sempurna tanpa ragu-ragu.

Tanda wanita suci daripada haid ialah kering tempat darah keluar (faraj) tanpa ada kesan warna darah, sama ada merah, kuning atau keruh yang tinggal pada kapas atau seumpamanya yang dimasukkan dalam faraj sekadar hujung jari. Jika kapas atau yang seumpamanya itu didapati basah dan tidak ada kesan warna seperti di atas, itu juga sudah dianggap suci.

Putih bersih bermaksud apabila kapas atau seumpamanya yang dimasukkan dalam faraj sekadar hujung jari didapati putih, bersih, kering atau masih ada kebasahan yang putih jernih ia juga dianggap bersih.

Permasalahan wanita dalam haid ialah:

l Keluar darah selepas tempoh maksimum haid

Bagi wanita yang pertama kali datang haid, Mazhab Syafi’e berpendapat, hendaklah mengira darah haidnya satu hari satu malam saja iaitu tempoh minimum haid. Darah keluar selepas satu hari satu malam adalah dikira sebagai darah istihadah.

Bagi wanita pertama kali datang haid tetapi dapat membezakan antara darah haid atau tidak, maka Syafi’e mensyaratkan dengan tiga syarat iaitu tempoh darah yang keluar tidak kurang daripada tempoh minimum haid (24 jam), darah yang keluar tidak melebihi tempoh maksimum haid (15 hari) dan tidak kurang daripada tempoh minimum suci antara dua haid.

Bagi wanita yang sudah biasa mengalami haid dan dapat atau tidak dapat membezakan warna darah. Wanita ini hendaklah mengira tempoh haid mengikut kebiasaan haidnya. Darah yang keluar melebihi hari kebiasaan haidnya hendaklah dikira sebagai darah istihadah.

l Darah yang keluar ketika hamil

Wanita yang keluar darah ketika hamil adalah darah haid. Dalam Ashab Al-Syafie berpendapat jika wanita hamil mendapati darah keluar seperti hari kebiasaan haidnya dan sifat darah itu juga sama dengan sifat darah haid, maka darah itu dikira sebagai darah haid. Jika darah itu keluar pada hari yang bukan hari kebiasaan haid, maka darah itu bukan darah haid.

l Darah keluar selepas putus haid

Tiada had pada tempoh haid. Namun, umur kebiasaan bagi perempuan putus haid adalah di antara umur 49 hingga 62 tahun. Walau bagaimanapun, menurut pandangan perubatan, putus haid berlaku apabila tiada lagi benih aktif yang dapat mengeluarkan hormon. Jika ada, mungkin tidak aktif.

Kebanyakan wanita Malaysia putus haid pada purata umur 49 hingga 50 tahun. Pada pandangan perubatan, wanita akan dikira benar-benar putus haid apabila tiada haid selama enam bulan berturut-turut. Walau bagaimanapun, jika ada haid lagi selepas putus haid, ia bukan darah haid tetapi darah penyakit. Oleh itu, pemeriksaan dengan doktor perlu untuk menentukan darah itu darah haid atau tidak.

l Angin keluar melalui (qubul) faraj

Pada pandangan Mazhab Syafi’e, angin yang keluar daripada faraj wanita atau zakar lelaki adalah batal wuduk (ada orang yang mengalami keadaan sedemikian). Walau bagaimanapun, jika angin tidak keluar daripada permukaan faraj dan hanya berada di dalam saja, maka ia tidak membatalkan wuduk.

l Kelembapan faraj

Kadangkala berlaku kelembapan pada faraj. Kelembapan ini adalah sifat faraj menghasilkan lelehan untuk mengelakkan kulit mukosa daripada melekit dan mengering. Ulama fiqh berpendapat, kelembapan faraj akibat daripada lelehan yang dihasilkan mukosa tidak membatalkan wuduk. Bandingan sama keadaannya dengan seorang yang menjulurkan lidahnya keluar daripada mulut dalam keadaan lidah itu basah dan lembap air liurnya. Kemudian dia memasukkannya kembali ke dalam mulutnya dan menelan air liur itu, perbuatannya tidak membatalkan puasa kerana air liur pada lidah tidak terpisah daripada lidahnya.

Permasalahan haid dengan haji/umrah:

l Datang haid ketika berniat ihram. Boleh mandi sunat ihram, boleh berniat untuk ihram sekalipun dalam keadaan tidak suci.

l Datang haid selepas berniat ihram. Dibenarkan melakukan semua kerja haji dan umrah kecuali tawaf. Wanita yang datang haid ketika di Makkah dibolehkan melakukan zikir, bertahmid, tahlil dan takbir serta talbiyah.

l Mengerjakan haji tamattuk dan datang haid sebelum tawaf. Jika wanita memilih melakukan haji tamattuk kemudian datang haid sebelum tawaf umrah dan dibimbangi luput haji, dia boleh niat ihram haji berserta umrah (Qiran). Dengan itu, dia bertukar daripada haji tamattuk kepada haji Qiran. Ini pandangan majoriti fuqaha. Wajib bayar dam.

l Haid selepas wukuf dan tawaf rukun. Jika wanita datang haid selepas wukuf di Arafah dan selepas tawaf rukun sedangkan haidnya tidak suci sehingga hampir hendak pulang ke tanah air, dia tidak perlu tawaf Wida’ dan tidak dikenakan dam.

Bagi wanita yang datang haid atau nifas ketika hendak melakukan umrah, sampai ke Miqat dia boleh berniat ihram umrah kemudian mengucap talbiyah sehingga sampai ke Makkah.

Apabila sampai di Makkah, dia tidak boleh masuk ke Masjidil Haram, dia mesti berada di dalam ihramnya sehingga suci.

Apabila suci hendaklah mandi wajib, kemudian hendaklah tawaf di Kaabah tujuh keliling, kemudian sa’ie antara Safa dan Marwah sebanyak tujuh kali. Selepas itu bergunting rambut dan bebaslah daripada ihramnya. Umrah itu sah dan tidak dikenakan dam. (Muhamamad al-Ajami, Al-Umrah : 21)

Bagi wanita yang haid/nifas ketika haji, sampai ke Miqat dia boleh berniat ihram haji (Ifrad) kemudian mengucap talbiyah sehingga sampai ke Makkah. Apabila sampai di Makkah, dia tidak boleh masuk ke Masjidil Haram, dia mesti berada di dalam ihramnya sehingga suci.

Apabila suci hendaklah mandi wajib, kemudian tawaf (selamat datang) di Kaabah tujuh keliling, kemudian tunggu hari berangkat ke Arafah untuk melakukan wukuf. Selepas itu lakukanlah amalan wajib dan rukun haji seperti biasa. Haji itu sah dan tidak dikenakan dam.

Wanita berihram di Miqat, kemudian datang haid atau nifas selepas ihramnya itu, dia terus berada di dalam ihramnya dengan erti tidak boleh melakukan perkara dilarang dan tidak boleh tawaf sehingga suci. Apabila suci hendaklah mandi wajib. Selepas itu tawaf umrah tujuh keliling dan sa’ie umrah tujuh kali.

Kemudian menggunting rambut dan bebaslah daripada ihramnya itu dan halal baginya melakukan segala yang dilarang ketika ihram. Umrah sah dan tidak dikenakan dam.

Perempuan berihram di Miqat (Tamattuk dan niat haji di Tanah Haram), kemudian datang haid atau nifas selepas ihram, dia terus berada di dalam ihramnya dengan erti tidak boleh melakukan perkara dilarang dan boleh melakukan amalan lain seperti wukuf, bermalam di Muzdalifah, bermalam dan melontar di Mina serta bergunting. Tidak boleh tawaf rukun sehingga suci. Apabila suci hendaklah mandi wajib. Selepas itu tawaf haji tujuh keliling dan sa’ie haji tujuh kali. Haji itu sah dan tidak dikenakan dam.

Jika wanita itu datang haid ketika tawaf, hendaklah cepat-cepat keluar dari tempat tawaf dan pakailah tuala wanita dan terus berada di dalam ihramnya sehingga suci dan mandi wajib. Kemudian tawaf, sa’ie. Ditambah dengan bergunting (jika umrah). Dengan itu bebaslah daripada ihramnya.

Apabila datang haid selepas tawaf dan sebelum sa’ie, hendaklah memakai tuala wanita dan boleh melakukan sa’ie tidak disyaratkan suci daripada hadas. Kemudian bergunting (jika umrah) dan bebas daripada ihramnya.

Jika datang haid selepas selesai mengerjakan umrah atau haji sebelum keluar dari Makkah, dia tidak boleh melakukan Tawaf Wada. Dia boleh pulang ke tanah air tanpa mengerjakan Tawaf Wada’ dan tidak dikenakan dam.

Apabila seseorang wanita hendak mengerjakan haji atau umrah dan bimbang kedatangan haid, dia boleh mengambil pil pencegah haid. Perbuatan ini harus mengikut ulama dan tidak salah.

Kefahaman masalah haid amat berguna dan menjadi fardu ain kepada setiap orang (khasnya wanita). Oleh itu, jika jemaah haji ada persoalan dalam masalah haid, haji atau umrah boleh rujuk kepada ustaz atau ustazah yang berada di maktab dan zon ketika berada di Tanah Suci.

Ia penting bagi menjadikan amalan haji dan umrah kita sempurna dan diterima Allah.


Read More

Saturday, November 21, 2009

KEWAJIBAN BERDA’WAH KEPADA BUKAN ISLAM

| |
0 comments


INI ADALAH DARI SEORANG PENULIS DARI KETURUNAN INDIA.
Bismillahir Rohmaanir Rohiim. Alhamdulillahi Robbil ‘Alamin. Assolatu wassalam ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa ashabihi ajmain. Ammabad. A’uzubillahi minash syaitoonir Rojim. Robbish rohli sadri, wa yassirli amri, wahlul ‘udatamillisani, yafqauhuqawli. Bismillahir rohmaanir rohim. Qul huwallahu ahad. Allahus somad. Lam yalid wa lam yulad. Wa lam yakul lahu kufuwan ahad.

Tuan-Tuan dan Puan-Puan yang di rahmati Allah, Assalamu’alaikum warohmatulahi wabarokatuh.


Topik kita pada malam ini adalah “ Kewajipan Berda’wah”, InsyaAllah.Sebenarnya tidak ada satu pun nas dari Al-Qur’an mahupun Hadith Shahih yang mewajibkan seseorang yang masuk Islam mesti tukar nama bapa dia kepada Abdullah!

Saya telah dilahirkan sebagai seorang Islam tetapi ibubapa saya telah membesarkan saya sebagai seorang Hindu. Tuan-tuan dan puan-puan mesti hairankan. Ini adalah kerana didalam Islam kita percaya bahawa setiap kanak-kanak di dunia ini dilahirkan dalam fitrah Islam tetapi ibubapalah yang mencorakkan mereka menjadi Nasrani, Yahudi, Majusi, Hindu, Buddha mahupun  sebagai seorang ‘Free Thinker’. Justeru itu saya lebih suka menggunakan perkataan ‘Revert’ daripada ‘Convert’ apabila seseorang itu menganuti agama Islam kerana mereka kembali kepada fitrah kejadian mereka.

Punca awal saya masuk Islam adalah atas dasar perkahwinan. Ya, kerana saya mahu berkahwin dengan perempuan Islam. Saya cakap ‘direct’ kerana di kalangan masyarakat kita ada sejenis ‘penyakit’, termasuklah dikalangan kakitangan Jabatan Agama Islam. Apabila sesorang itu menyampaikan hasrat untuk memeluk agama Islam, dia akan diperli atau disindir seperti “kenapa mau masuk Islam? Kalau tak ada perempuan Melayu memang tak sah!” Salah kah kami masuk Islam kerana mahu berkahwin? Sebenarnya masuk Islam kerana mahu berkahwin tidak salah. Mungkin itu Qada’ dan Qadar, bersabit dengan perkahwinan seseorang itu mendapat hidayah dari Allah. Yang salah ialah sudah masuk Islam tidak mahu belajar dan tidak mahu beramal dengan Islam. Yang turut salah ialah masyarakat Islam setempat yang tidak mahu membimbing atau membantu orang yang baru masuk Islam.


Kalau kita perhati keadaan sekeliling, kita akan dapati ramai yang masuk Islam adalah kerana perkahwinan. Ini adalah kerana orang-orang Islam di Malaysia hampir-hampir tidak ada melakukan da’wah kepada orang-orang bukan Islam sekeliling mereka. Dahlah tak buat kerja, nak sindir orang pula!

Alhamdulillah, hari ini kita sebagai orang-orang Islam sedar bahawa Islam bukanlah milik orang-orang Arab atau Melayu sahaja tetapi adalah untuk seluruh umat manusia. Malangnya kita umat Islam hari ini telah lalai dari tanggung-jawab yang diamanahkan Allah kepada kita untuk menyampai da’wah Islam kepada mereka yang belum terima Hidayah lagi. Allah swt mencela golongan seperti ini dalam Surah Al-Baqarah 2:140 “Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menyembunyikan keterangan (saksi dan bukti) yang telah diberikan Allah kepadanya? Dan (ingatlah), Allah tidak sekali-kali lalai akan apa yang telah kamu lakukan”. Na’uzubillah, janganlah kita termasuk dalam golongan ini.

Allah swt memberikan penghormatan kepada kita orang-orang Islam didalam surah Ali Imran 3:110 “Kamu (wahai umat Muhammad) adalah sebaik-baik umat yang dilahirkan bagi(faedah) umat manusia”. Kita pun rasa sangat seronok mendengarkan ayat ini. Namun begitu kita lupa bahawa setiap penghormatan itu datang bersama tanggung-jawab. Lagi besar suatu penghormatan maka lagi beratlah tanggung-jawab yang harus dipikul. Tanggung-jawab yang diamanahkan oleh Allah kepada kita orang-orang Islam yang melayakkan kita di gelar ‘sebaik-baik umat’ juga disebut dalam ayat yang sama; “(Kerana) kamu menyuruh membuat segala perkara yang baik dan melarang daripada segala perkara yang salah (buruk dan keji), serta kamu pula beriman kepada Allah”. Ini bermakna kita harus menjadi masyarakat ‘amar maaruf nahi munkar’ iaitu melakukan da’wah kepada orang-orang bukan Islam sambil melakukan Islah sesama orang-orang Islam secara serentak.  

Allah swt mengatakan didalam surah Al-Ikhlas 103:1-3 “Demi masa. Sesungguhnya manusia itu dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal salih, dan mereka pula berpesan-pesan dengan kebenaran dan berpesan-pesan dengan sabar”. ‘Berpesan-pesan dengan kebenaran’ bermakna melakukan ‘amal maaruf nahi munkar’ yakni melakukan da’wah kepada orang-orang bukan Islam sambil melakukan Islah sesama orang-orang Islam. Ayat ini jelas menunjukkan tanggung-jawab melakukan da’wah bukan tugas ustaz, imam atau Jabatan Agama sahaja tetapi adalah tanggung-jawab setiap orang Islam.

Didalam Khutbah terakhir, Rasulullah saw telah bertanya kepada para sahabah yang tidak kurang dari 110,000 orang “Adakah aku telah sampaikan pesanan Islam” dan para sahabah pun secara serentak menjawab “Ya Rasulullah! Kau telah sampaikan”. Maka Rasulullah saw seterusnya memerintahkan mereka “Siapa-siapa yang hadir disini, sampaikanlah kepada mereka yang tidak hadir”. Para sahabat pun faham akan perintah Rasulullah saw lalu keluar dari negeri Arab menyampaikan da’wah Islamiah. Maka Islam telah pun sampai ke Negeri Cina, India, Sepanyol dan seterusnya ke Malaysia. Alhamdulillah, sahabat-sahabat dulu tidak ada sikap macam kita iaitu hanya mahu bercerita tentang Islam sekiranya ada yang bertanya tetapi sebaliknya telah bertebaran  kepelbagai pelusuk dunia dalam menyampaikan syiar Islam.

Didalam Shahih Bukhari jilid 4 hadith 667 diriwayatkan dari Abdullah Ibn Amr bahawa Rasulullah saw telah bersabda “sampaikanlah walau satu ayat”. Kita tidak perlu dapatkan Phd atau ijazah atau menjadi ustaz / ustazah dalam menyampaikan da’wah Islam. Walaupun kita tahu satu ayat dalam Qur’an, kita boleh menyampaikannya. Sebagai orang Islam, kita tahu lebih dari satu ayat. Sekurang-kurangnya kita tahu ‘La ilaha ilallah’, maka sampaikanlah ia.

Dewasa ini dunia kita sudah berubah menjadi materialistic. Setiap perkara yang dilakukan mesti ada ganjaran atau keuntungan. Allah swt mengajak kita berniaga denganNya dalam Surah As-Saff 61:10-11 “Wahai orang-orang yang beriman! Mahukah Aku tunjukkan sesuatu perniagaan yang boleh menyelamatkan kamu dari azab seksa yang tidak terperi sakitnya?  Iaitu kamu beriman kepada Allah dan RasulNya, serta kamu berjuang membela dan menegakkan agama Allah dengan hartabenda dan diri kamu”.

Kini bila berniaga kita hendak tahu peratusan keuntungannya.  Keuntungan yang dijanjikan oleh Allah swt dalam Surah Al-Baqarah 2:261 adalah “Bandingan (derma) orang-orang yang belanjakan hartanya pada jalan Allah, ialah sama seperti sebiji benih yang tumbuh menerbitkan tujuh tangkai; tiap-tiap tangkai pula mengandungi seratus biji. Dan (ingatlah), Allah akan melipat gandakan pahala bagi sesiapa yang dikehendakiNya”. Yakni setiap satu biji benih tumbuh menjadi tujuh ratus biji benih. Didalam bahasa perniagaan, ini adalah keuntungan yang tidak kurang dari 70,000%! Mana ada perniagaan lain didunia ini yang menjamin 100% pulangan keuntungan sehingga 70,000%?

‘Master key’ untuk melakukan da’wah kepada orang-orang bukan Islam ada diterangkan dalam Surah Ali Imram 3:64 “Katakanlah (wahai Muhammad): ‘Wahai ahli kitab, marilah kepada satu kalimah yang bersamaan antara kami dan kamu, iaitu kita semua tidak sembah melainkan Allah, dan kita tidak sekutukan denganNya suatu jua pun; dan jangan pula sebahagian dari kita mengambil akan sebahagian yang lain untuk dijadikan orang-orang yang dipuja dan didewa-dewakan selain dari Allah’.”

Untuk mencari kalimah-kalimah yang bersamaan antara kita dengan mereka, maka kita hendaklah mengkaji kitab mereka (bukan untuk beriman tetapi) untuk mencari ayat-ayat yang menjurus kepada tauhid. Sekiranya diperingkat permulaan kita hanya menggunakan Al-Qur’an dan Hadith sahaja mungkin orang-orang bukan Islam ini tidak percaya atau tidak yakin kerana mereka belum beriman kepada Al-Qur’an.  Sekiaranya kita menggunakan Bible maka orang-orang  Kristian terpaksa menerimanya. Berikut adalah beberapa hujah-hujah yang boleh kita gunakan dari Bible terhadap orang-orang Kristian:

“My Father is greater than I” [John 14:28]
“My father is greater than all” [John 10:29]
“...I cast out devil by the spirit of God...” [Matthew 12:28]
“...I with the finger of God cast out devils...” [Luke 11:20]
“I can of mine own self do nothing: as I hear, I judge: and my judgment is just; because I   
  seek not my own will, but the will of the Father which hath sent me.” [John 5:30]
“...and the word which ye hear is not mine, but the Father’s which sent me.” [John 14:24]
“Shama Israelu Adonai Ila Hayno Adonai Ikhad.”
“Hear, O Israel; The Lord our God is one Lord.” [Mark 12:29]
Apabila kita mulakan da’wah kepada orang-orang Hindu, adalah lebih baik sekiranya kita mulakan dengan konsep ketuhanan dalam Islam yang terdapat dalam Surah Al-Ikhlas 112”1-4 “Katakanlah (wahai Muhammad): ‘(Tuhanku) ialah Allah yang Maha Esa; Allah yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat; Ia tiada beranak, dan Ia pula tiada diperanakkan; Dan tidak ada sesiapapun yang setara denganNya’.”

Seterusnya kita boleh bincangkan mengenai ayat-ayat yang ada persamaan didalam kitab-kitab mereka contohnya Veda, Upanishad, Purana, Maha Bharata, Ramayana dan yang paling popular dikalangan orang-orang Hindu adalah Bhagavad Geeta. Berikut adalah beberapa contoh yang boleh kita gunakan:

“ Those whose intelligence has been stolen by material desires surrender unto demigods and follow the particular rules and regulations of worship according to their own natures.”  [Bhagavad Gita 7:20]

“Ekam evadvitiyam”
“He is One only without a second” [Chandogya Upanishad 6:2:1] 1

“Na casya kascij janita na cadhipah.”
“Of Him there are neither parents nor lord.” [Svetasvatara Upanishad 6:9] 2

“Na tasya pratima asti”
“There is no likeness of Him” [Svetasvatara Upanishad 4:19] 3

“Na samdrse tisthati rupam asya, na caksusa pasyati kas canainam.”
“His form is not to be seen, no one sees Him with the eye.”
  [Svetasvatara Upanishad 4:20] 4

“Na tasya pratima asti”
“There is no image of Him” [Yajurveda 32:3] 5

“Shudhama poapvidham”
“He is bodiless and pure” [Yajurveda 40:8] 6

“Andhatama pravishanti ye asambhuti mupaste”
“They enter darkness, those who worship the natural elements” (Air, water, fire, etc.).
“They sink deeper in darkness, those who worship sambhuti (created things; table, chair,                          idol etc.).” [Yajurveda 40:9] 7

Brahma Sutra of Hinduism:
    “Ekam Brahm, dvitiya naste neh na naste Kinchan”
    “There is only one God, not the second; 
    Not at all, not at all, not in the least bit”.



Namun begitu dalam kita menyampaikan da’wah kepada orang-orang bukan Islam, adalah penting kita sentiasa mengambil kira nasihat yang diberikan oleh Allah swt didalam Surah An-Nahl 16:125 “Serulah kejalan Tuhanmu (wahai Muhammad) dengan hikmat kebijaksanaan dan nasihat pengajaran yang baik, berbahaslah dengan mereka (yang engkau serukan itu) dengan cara yang lebih baik”.

Adakah kita menggunakan hikmat kebijaksanaan dan menasihatkan dengan cara pengajaran yang baik dan lemah lembut bila menyampaikan da’wah Islamiah kepada orang-orang bukan Islam? Jarang sekali. Kebiasaannya bila ada orang bertanya mengenai Islam, jawaban yang lazim diberikan adalah; “Dalam Islam kita mesti sembahyang 5 kali sehari, Bulan Ramadhan mesti puasa satu bulan dari pagi sampai senja – tidak boleh makan atau minum, mesti bayar zakat, tidak boleh makan ‘kerbau pendek’ (khinzir), tidak boleh minum (arak), mesti kena ‘potong’ dulu (berkhatan), pergi masjid mesti pakai songkok dan kain, kalau pergi solat Hari Raya mesti pakai baju Melayu (seolah-olah solat itu tidak sah tanpa memakai baju Melayu!) dan bermacam-macam lagi. Saya perhatikan bahawa kita sebenarnya lebih banyak ‘meMelayukan’ seseorang yang masuk Islam dari mengIslamkannnya. Kita memberikan gambaran seolah-olah Islam ini adalah satu agama yang sangat menyusahkan umatnya.

Sepatutnya kita jangan terlalu tekan berkenaan fikah (halal dan haram) pada peringkat permulaan. Yang harus diutamakan adalah tauhid, apabila iman dia sudah mantap barulah kita sampaikan bab fikah secara beransur-ansur ikut kemampuan seseorang individu. Bila iman sudah kukuh dihati, seseorang itu akan mengerjakan perintah Allah tanpa perlu disuruh, InsyaAllah.

Saya ingin mengajak semua yang hadir disini termasuklah diri saya agar marilah kita semua bangun. Bukannya bangun dari tempat duduk tetapi marilah kita bangun tidur kita. Kita telah lama tidur dengan mata celik. Marilah kita bangun dan laksanakan tanggung-jawab yang telah diamanahkan oleh Allah kepada kita untuk menyampaikan da’wah kepada orang-orang bukan Islam sambil melakukan Islah kepada sesama Islam.

BERHENTI dari memberikan alasan. Bila saya mengajak orang untuk berda’wah, mereka selalu memberikan alasan dan minta tunggu. Hendak tunggu apa lagi? Allah swt memberika amaran kepada kita dalam Surah At-Taubah  9:24 “Katakanlah (wahai Muhammad): “Jika bapa-bapa kamu, dan saudara-saudara kamu, dan isteri-isteri (atau suami-suami) kamu, dan kaum keluarga kamu, dan harta benda yang kamu usahakan, dan perniagaan yang kamu bimbang akan merosot, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, - (jika semuanya itu) menjadi perkara-perkara yang kamu cintai lebih daripada Allah dan RasulNya dan (daripada) berjihad untuk agamaNya, maka tunggulah sehingga Allah mendatangkan keputusanNya (azab seksaNya); kerana Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-oramg yang fasik (derhaka)”. Hari ini kita orang-orang Islam masih lagi tunggu!






Marilah kita berhenti dari memberikan alasan-alasan seperti berikut:

Tunggulah saya pandai – sampai bila-bila pun kita tidak akan cukup pandai sekiranya kita tidak cuba dari sekarang. Sekali lagi saya rujuk kepada hadith diatas iaitu; “Sampaikanlah walau satu ayat”.
Tunggu bila ada orang bertanya baru nak cerita tentang Islam – sekali lagi saya rujuk kepada petikan dari Khutbah terakhir Rasulullah saw; “Siapa-siapa yang hadir disini sampaikanlah kepada yang tidak hadir”.
Negara kita negara majmuk, sensitif untuk melakukan da’wah - di zaman Nabi Muhammad s.a.w. terdapat tidak kurang dari 360 suku kaum.  Ini tidak menghalang baginda dari memberikan da'wah kepada kaum Musyirikin pada masa itu malahan baginda telah berjaya menyatu padukan semua kaum tersebut dibawah panji Islam!
Agama ini urusan peribadi, jangan masuk campur dalam hal orang lain – Dalam Islam ia menjadi tanggung-jawab semua orang-orang Islam mencampuri urusan orang lain apabila ia melibatkan perkara akidah; ‘amal maaruf nahi munkar’.

Saya akhiri dengan sketsa berikut; bayangkanlah suatu hujung minggu kita pergi berkelah bersama keluarga ke pusat peranginan di tanah tinggi seperti di Genting Highland (tanpa singgah di kasino). Bila sampai ke puncak yang paling tinggi, kita pun menghamparkan tikar dan mula menjamu selera bersama-sama dengan keluarga. Dalam kelekaan kita makan dan minum, anak kita yang berumur 2 tahun telah berlari-lari sampai ke hujung tebing; dihadapannya adalah jurang yang cukup dalam. Na’uzubillah, cuba bayangkan anak atau adik kita yang berumur 2 tahun berada dalam situasi itu. Cemas tak? Betul-betul sebelah anak kita ada seorang lelaki dewasa yang sihat dan waras. Apa yang perlu dilakukannya adalah hulurkan tangan dia dan pegang anak kita, InsyaAllah anak kita akan selamat. Tetapi lelaki tadi tidak endahkan anak kita dan anak kita melangkah lagi lalu jatuh kedalam gaung dan mati. Ketika itu adakah kita akan ucapkan terima-kasih kepada lelaki itu kerana tidak masuk campur dalam urusan orang lain? Tidak, kita akan salahkan dia kerana tidak mahu menolong anak kita. Kita akan tuduh lelaki itu sebagai seorang yang sangat kejam.

Tuan-tuan dan puan-puan, sebenarnya kitalah orang-orang Islam yang memegang watak lelaki yang kejam tadi. Kita ada ramai kenalan bukan Islam seperti rakan kerja, kawan jiran dan sebagainya tetapi kita tak pernah buka mulut kita menyampaikan mesej Islam. Kita biarkan sahaja mereka mati dalam keadaaan kafir. Di akhirat nanti mereka akan mengadu kepada Allah dan menarik kita sama-sama masuk ke neraka, na’uzubillah. Apakah alasan yang akan kita berikan pada Allah ketika itu? Marilah kita sama-sama bangun dan sampaikan da’wah kepada orang-orang bukan Islam sambil melakukan Islah sesama orang-orang Islam.

Wa akhiri da’wana anil hamdulillahi Robbil ‘alamin.
Read More
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...


Pesanan Hari Ini

“Perumpamaan persaudaraan kaum muslimin dalam cinta dan kasih sayang di antara mereka adalah seumpama satu tubuh. Apabila satu anggota tubuh sakit maka mengakibatkan seluruh tubuh menjadi demam dan tidak bisa tidur.”

(Hadis riwayat Muslim)

“Seorang Muslim adalah saudara muslim lainnya, ia tidak menzaliminya, merendahkannya, menyerahkan (kepada musuh) dan tidak menghinakannya.”

(Hadis riwayat Muslim)

“Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati.”

by Ahmad AlFateh